Google

Wednesday, 27 February 2013

Sekilas Program 5S atau Program 5R

Istilah 5S adalah akronim dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin; sedangkan dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan 5S yang lain yaitu Sort, Straighten, Shine, Standardize, dan Sustain. Slogan yang terkenal dari konsep ini adalah “a place for everything and everything in its place”, dan ada yang menambahi “clean and ready for use”.

Konon 5S adalah konsep yang diambil dari budaya kerja yang dipraktekkan dalam perusahaan-perusahaan Jepang. Konsep ini telah banyak dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Selain berbiaya murah bahkan gratis, program ini juga manfaatnya dapat dinikmati secara nyata dalam waktu singkat seperti:

  • mencegah pemborosan aktivitas yang tidak perlu
  • mengurangi kemungkinan kesalahan kerja karena penggunaan alat atau produk yang tidak sesuai
  • meningkatkan keamanan dan keselamatan kerja 
  • membuat tempat lebih bersih, sehat, dan rapi 
  • mendorong karyawan terbiasa berpikir dan berperilaku rapi dan bersih 
  • mengetahui inventaris, posisi stock, kesiapan produk, dan peralatan yang siap pakai
  • meningkatkan citra organisasi lebih positif di mata konsumen 
  • dan sebagainya.
Pada akhirnya, produktivitas dan efisiensi akan menjadi nilai tambah yang diharapkan program ini. Meski begitu, untuk benar-benar berhasil menjadikannya tata nilai dan budaya organisasi, tentu bukan perkara mudah yang instan.

Baiklah, agar lebih dekat dengan budaya Indonesia untuk selanjutnya kita gunakan kata-kata 5S dalam bahasa Indonesia saja, 5R: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Karena bukankah budaya Indonesia juga luhur? Rapi dan resik seperti seperti kali Ciliwung dan rajin seperti “sejarah” PNS Pemda :-P
  • Ringkas: Memisahkan dan menyingkirkan barang yang tak diperlukan dari tempat kerja. Mungkin sampah, mungkin peralatan yang tidak selalu digunakan, atau produk yang seharusnya sudah berada di gudang good stock.
  • Rapi : Membenahi tata letak penyimpanan barang. Bisa dengan memberikan pembatas, denah lokasi dan atau label pada barang-barang yang sudah diklasifikasikan.
  • Resik : Memeriksa dan memelihara kebersihan tempat kerja. Kebersihan tempat kerja bukan hanya meningkatkan jaminan kualitas proses dan produk, tapi juga citra perusahaan dan kenyamanan karyawan. Setiap personil harus memiliki tanggung jawab kebersihan di tempat kerja, bukan hanya oleh penanggung jawab K3LH.
  • Rawat : Menstandardisasi Ringkas, Rapi, dan Resik. Setelah diketahui penampakan arah dan praktek-praktek yang diharapkan, berikan standarisasi yang paling realistis dan efisien. Tentu saja sewaktu-waktu standard akan berubah sesuai kondisi nyata yang ada. 
  • Rajin : Membiasakan kedisplinan sesuai standard. Program 5R harus dijadikan kebiasaan setiap saat dalam proses kerja. Konsistensi bisa dikondisikan oleh komitmen manajemen, keteladanan, pengawasan, dan punishment dan reward.
Ada yang berpendapat bahwa urut-urutan 5R ini adalah urutan yang logis. Jadi, sebaiknya dilakukan dari urutan pertama hingga terakhir. Sebelum memutuskan standardisasi tentunya harus diuji secara praktek bagaimana pengkondisian Ringkas, Rapi, dan Resik yang ada di tempat kerja. Ketika mau melangkah lebih serius ke arah Rajin tentu ada standard Rawat yang jelas bagi karyawan. Urut-urutan ini dapat dijadikan acuan perencanaan program 5R disamping mempertimbangkan urgensi secara riil, sehingga setiap target kemajuan bisa diberikan fokus tertentu sesuai realitas dan ekspektasi.

Sebenarnya praktek 5R tidak hanya bisa di tempat kerja saja, tetapi bisa juga dipraktekkan di rumah dan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun dengan standard suka-suka diri sendiri.hehe

No comments: